Welcome, visitor! [Register | Login

Post an Ad

43.00

Sejarah Kemerdekan Indonesia

  • Phone number: 252-964-1290
  • Country: United States
  • State: NC
  • City: Sidney
  • Street: 2353 Fort Street
  • Accept Terms: I accept the terms of service
  • Street: 92 Ash Lane
  • City: Ysbyty Cynfyn
  • State: Chennai
  • Country: Christmas Island
  • Phone number: 252-964-1290
  • Country: United States
  • State: NC
  • City: Sidney
  • Street: 2353 Fort Street
  • Accept Terms: I accept the terms of service
  • Listed: May 31, 2021 7:41 am
  • Expires: 157 days, 22 hours

Ad Details

  • Street: 92 Ash Lane
  • City: Ysbyty Cynfyn
  • State: Chennai
  • Country: Christmas Island

Description

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikerjakan terhadap hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Latar belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang menjadi turunkan ethical stimulus tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari lantas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, bergeser nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut terhitung Dokuritsu Junbi Inkai di dalam bhs Jepang, untuk lebih memastikan keinginan dan target capai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom ke dua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga memicu Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Pengibaran bendera terhadap 17 Agustus 1945.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bersua Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan bakal beri tambahan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, terhadap tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang lewat Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, menyebutkan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang bakal segera memberi tambahan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan mampu dilaksanakan di dalam sebagian hari, berdasarkan tim PPKI. Meskipun demikianlah Jepang inginkan kemerdekaan Indonesia terhadap tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, waktu Soekarno, Hatta dan Radjiman ulang ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan dikarenakan menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, gara-gara Jepang sudah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan di dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir berkenaan hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang sudah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI waktu itu mampu menyebabkan pertumpahan darah yang besar, dan mampu berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.

Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan sebab itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir berpikiran PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI cuma merupakan ‘hadiah’ berasal dari Jepang (sic).

Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia gara-gara Jepang berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang dapat bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Namun golongan tua tidak menghendaki terburu-buru. Mereka tidak menghendaki terjadinya pertumpahan darah pada sementara proklamasi. Konsultasi pun dikerjakan didalam wujud rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka idamkan kemerdekaan atas bisnis bangsa kita sendiri, bukan bantuan Jepang.

Soekarno dan Hatta mengunjungi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk mendapatkan konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor berikut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama dengan Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka bersama ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi dan juga tetap tunggu instruksi berasal dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta langsung buat persiapan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan bersama dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang berharap pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari sebagian golongan. Rapat PPKI terhadap 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dikerjakan karena Soekarno dan Hatta tid

FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInWhatsAppCopy LinkShare

No Tags

13 total views, 1 today

  

Listing ID: 16360b45aef44b10

Report problem

Processing your request, Please wait....

Sponsored Links

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)

  • RSS20
  • Follow by Email
  • Facebook
    Facebook
  • Google+0
    Google+
    https://du1clickk.com/ads/sejarah-kemerdekan-indonesia-2">
  • SHARE
  • YOUTUBE0
    YOUTUBE
  • PINTEREST
    PINTEREST
  • LINKEDIN20
  • INSTAGRAM20

Enjoy this blog? Please spread the word :)