Welcome, visitor! [Register | Login

Post an Ad

115.00

Sejarah Kemerdekan Indonesia

  • Phone number: 488 8091
  • Country: Iceland
  • State: NA
  • City: Vik
  • Street: Grytubakki 1
  • Accept Terms: I accept the terms of service
  • Street: Grytubakki 1
  • City: Vik
  • State: Chennai
  • Country: Iceland
  • Phone number: 488 8091
  • Country: Iceland
  • State: NA
  • City: Vik
  • Street: Grytubakki 1
  • Accept Terms: I accept the terms of service
  • Listed: April 29, 2021 6:25 pm
  • Expires: 161 days, 19 hours

Ad Details

  • Street: Grytubakki 1
  • City: Vik
  • State: Chennai
  • Country: Iceland

Description

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikerjakan terhadap hari Jumat, 17 Agustus 1945 th. Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut th. Jepang, yang dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Latar belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang menjadi menurunkan moral dorongan tentara Jepang di semua dunia. Sehari lantas Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, bergeser nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai didalam bhs Jepang, untuk lebih memastikan keinginan dan tujuan meraih kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki supaya menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bersua Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang tengah di ambang kekalahan dan akan mengimbuhkan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, terhadap tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir udah mendengar berita melalui radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak wujud kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, menjelaskan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberi tambahan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan bisa dikerjakan dalam sebagian hari, berdasarkan tim PPKI. Meskipun demikianlah Jepang dambakan kemerdekaan Indonesia terhadap tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, waktu Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak sehingga Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan dikarenakan berpikiran hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, dikarenakan Jepang sudah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, pada yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir mengenai hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum percaya bahwa Jepang sesungguhnya udah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI pas itu bisa mengakibatkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat fatal jikalau para pejuang Indonesia belum siap.

Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir berpikiran PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI cuma merupakan ‘hadiah’ berasal dari Jepang (sic).

Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara formal menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Tentara dan Angkatan Laut Jepang tetap berkuasa di Indonesia gara-gara Jepang berjanji dapat mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang dapat bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Namun golongan tua tidak mengidamkan terburu-buru. Mereka tidak mendambakan terjadinya pertumpahan darah pada kala proklamasi. Konsultasi pun ditunaikan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka ingin kemerdekaan atas bisnis bangsa kami sendiri, bukan pertolongan Jepang.

Soekarno dan Hatta berkunjung ke penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama dengan Soebardjo lantas ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum terima konfirmasi dan juga masih tunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera menyiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 manfaat mengulas segala suatu hal yang berhubungan bersama persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang berharap pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia semakin memuncak dilancarkan para pemuda berasal dari beberapa golongan. Rapat PPKI terhadap 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilakukan gara-gara Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta BP

FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInWhatsAppCopy LinkShare

No Tags

16 total views, 2 today

  

Listing ID: 471608ac1ecb79ae

Report problem

Processing your request, Please wait....

Sponsored Links

Leave a Reply

Enjoy this blog? Please spread the word :)

  • RSS20
  • Follow by Email
  • Facebook
    Facebook
  • Google+0
    Google+
    https://du1clickk.com/ads/sejarah-kemerdekan-indonesia">
  • SHARE
  • YOUTUBE0
    YOUTUBE
  • PINTEREST
    PINTEREST
  • LINKEDIN20
  • INSTAGRAM20

Enjoy this blog? Please spread the word :)